TERUSLAH MENULIS SELAMA KITA MASIH BISA MENULIS

"TERUSLAH MENULIS SELAMA KITA MASIH BISA MENULIS"
Tampilkan postingan dengan label artikel olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel olahraga. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 September 2011

INDONESIA BERPELUANG MAJU KE BABAK KEMPAT!


Indonesia masuk group E bersama, Iran, Qatar dan Bahrain sesuai hasil undian Piala Dunia 2014 bagi zona Asia yang dilakukan di Rio de Janeiro, Brazil, pada hari Sabtu 30 Juli 2011 waktu setempat, atau Minggu WIB. Adapun hasil undian tersebut sebagai berikut:
Grup A: China, Jordania, Irak, Singapura
Grup B: Korea Selatan, Kuwait, Uni Emirat Arab, Lebanon
Grup C: Jepang, Uzbekistan, Suriah, Korea Utara
Grup D: Australia, Saudi Arabia, Oman, Thailand
Grup E: Iran, Qatar, Bahrain, Indonesia.
Semua pertandingan tersebut akan dimainkan antara tanggal 2 September 2011 dan 29 Februari 2012. Dua tim juara dari masing-masing grup itu akan maju ke babak berikutnya yang terdiri dari dua grup dengan masing-masing beranggotakan lima tim. Dan dua tim teratas dari dua grup tersebut akan maju ke putaran final Piala Dunia. Sedangkan tim yang berada di tempat ketiga dari kedua grup itu akan berhadapan dengan tim tempat kelima dari zona Amerika Selatan di pertandingan play off.
Peluang Indonesia cukup besar berada di group E tersebut,mengingat timnas pernah mengalahkan Qatar dan Bahrain, namun belum pernah bertemu Iran. Jika saja timnas dapat mengatasi Qatar dan Bahrain, maka bukan tidak mungkin Indonesia berpeluang untuk maju ke babak berikutnya atau babak keempat.
Pada babak keempat juga masih berformat grup, namun hanya akan ada dua grup yang diisi oleh masing-masing lima negara. Dua peringkat teratas babak keempat otomatis akan lolos ke putaran final Piala Dunia 2014 di Brasil. Peringkat ketiga dari dua grup tersebut akan diadu. Pemenang laga tersebut akan bertarung pada babak play-off melawan salah satu diantara wakil dari zona CONCACAF, CONMEBOL ataupun Oseania untuk menentukan tiket terakhir menuju Piala Dunia Brasil 2014.
Pertandingan pertama babak ketiga Pra Piala Dunia 2014 itu akan digelar pada tanggal 02 September 2011, Indonesia bertandang ke Iran. Lalu tanggal 6 September 2011, Timnas akan menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pada tanggal 11 Oktober 2011, menjamu Qatar. Sebulan kemudian tanggal 11 November 2011 bertandang ke Qatar. Selanjutnya pada tanggal 15 November 2011, Indonesia akan menjamu Iran sebelum akhirnya bertandang ke Bahrain pada tanggal 29 Februari 2012.
13131844551197115576
Timnas (foto Istimewa)
Indonesia sudah membuat dua prestasi (lihat catatan saya: Prestasi Indonesia Pertama Membanggakan PSSI Djohar Arifin dan Prestasi Indonesia Kedua ). Apakah Indonesia dapat membuat prestasi yang ketiga kalinya? Mari kita ikuti bersama-sama dan jangan lupa untuk mendoakannya. Karena ini sebuah kesempatan lagi bagi timnas untuk melakukan kolaborasi yang membanggakan bangsa dan Negara. Semoga pada kesempatan yang baik ini timnas dapat menorehkan prestasi yang gemilang ! Kami semua akan selalu memberikan semangat untuk maju! Berjuanglah dan tunjukkan kemampuan itu apapun hasilnya Garuda akan tetap di dadamu!
*(Sumber dari berbagai media)

PRESTASI INDONESIA KEDUA MEMBANGGAKAN PSSI DJOHAR ARIFIN


Akhirnya Indonesia berhasil mengalahkan Turkmenistan 4-3 dalam pertandingan leg kedua Pra Piala Dunia 2014 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada hari Kamis 28 Juli 2011. Dengan kemenangan ini Tim Indonesia telah mengukir sejarah baru dalam dalam sepak bola dan lolos ke babak ketiga Pra Piala Dunia Zona Asia. Ini telah membanggakan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
Tim Nasional Indonesia asuhan Wim Rijsbergen sempat membuat Turkmenistan tak berdaya bermain pada babak pertama, dimana timnas berhasil menyarangkan tiga gol tanpa balas. Namun pada babak kedua timnas hanya menambah satu gol sedangkan Turkmenistan mampu mengembangkan permainan bahkan dengan sepuluh pemain mereka berhasil mengejar ketinggalannya dan berhasil memperkecil kekalahan dengan mencetak tiga gol.
Pada babak pertama, timnas langsung menekan Turkmenistan dan ini membuat lawan kesulitan berkembang, bahkan beberapa kali kewalahan. Cristian Gonzales sempat melewatkan peluang emas pada menit ke-5 saat berhadapan dengan kiper lawan, Shamyradov Maksatmytrat, dia kurang sempurna menguasai bola sehingga Maksatmytrat mampu menangkap bola lebih dulu.
Namun pada menit ke-9, Gonzales berhasil menjebol gawang Turkmenistan. Bomber gaek milik Persib Bandung itu berdiri tak terkawal di depan gawang saat menyambut umpan silang dari sayap kanan yang diberikan M. Ilham, dengan langsung menanduk bola dan sempat membentur tiang gawang sehingga membuat bola masuk kedalam gawang. 1-0 untuk Indonesia.
Kemudian pada menit ke-19 kembali Gonzales berhasil mencetak gol, diawal dengan sebuah serangan balik dimana Boaz Solossa mendapat umpat terobosan langsung mengirim bola ke tengah lalu Gonzales dengan baik memotongnya dan menjebol gawang Turkmenistan.
Aksi Boaz Salosa dan kawan-kawan terus mengurung permainan Turkmenistan. Seakan tak puas dengan keunggulan 2-0, Ahmad Bustomi dari sisi tengah lapangan terus memotori serangan. Duet maut Boaz Salosa-Christian Gonzales, berkali-kali mengancam gawang Turkmenistan. Dua striker haus gol itu bekerjasama apik membongkar pertahanan Turkmenistan. Lalu M Nasuha bekas pemain Sriwijaya FC mencetak gol ketiga untuk timnas. Pada menit ke-42 tendangan keras M Nasuha dari luar kotak penalti tak mampu diblok kiper Turkmenistan. Hingga waktu turun minum timnas unggul 3-0.
Pada babak kedua timnas masih bermain menekan lawan dan ketika permainan baru berjalan sekitar dua menit, Boaz melakukan tendangan jarak jauh yang membuat kemelut di depan gawang Turkmenistan. Lalu timnas masih terus berusaha mengurung pertahanan Turkmenistan dan memetik sejumlah peluang. Namun penyelesaian akhir yang buruk membuat peluang-peluang itu gagal dikonversi jadi gol.
Kemudian Turkmenistan justru mampu memanfaatkan pecahnya konsentrasi kubu Indonesia di menit ke-72. Tendangan sudut Amanov yang sebenarnya tidak berbahaya bergulir masuk gawang Feri Rotin Sulu. Skor masih 3-1 buat timnas. Turkmenistan menjadi bersemangat dan sempat mengancam gawang Indonesia. Tendangan jarak jauh Abylov Guvanch mengarah ke gawang, tetapi mampu dipeluk oleh Fery Rotoinsulu.
Namun, tak lama kemudian dibalas serangan rapi. M Ridwan sempat lolos dan memberikan umpan silang kepada Boaz. Meski Boaz tinggal memotong bola ke gawang, tetapi justru terlepas.
Pada menit ke-76, timnas menjauhkan lagi keunggulannya jadi 4-1. Dari serangan yang dilakukan oleh Boaz, lalu bola disodorkan kepada Ridwan yang berdiri bebas dan dengan tendangan keras berhasil menyarangkan bola di sudut gawang Turkmenistan.
Timnas semakin dominan karena Turkmenistan hanya bermain 10 orang, setelah Bahtiyar kena kartu merah pada menit ke-80 akibat mendorong M Ridwan. Namun di tengah kondisi kalah jumlah, Turkmenistan justru mampu membahayakan Indonesia. Hal itu terjadi pada menit 82, Turkmenistan menipiskan skor jadi 4-2. Hasil kerja sama yang apik antara Chonkaev dengan Berdy diselesaikan oleh nama terakhir ini dengan satu sepakan terarah dan gol.
Lalu para pendukung Indonesia dibuat berdebar-debar ketika di menit ke-85 Turkmenistan mengubah skor jadi 4-3 dimana Chonkaev berhasil membobol gawang Feri dengan satu sontekan pelan dari mulut gawang.
Tetapi timnas tak mau tersingkir, dengan sisa-sisa tenaga yang ada mereka meningkatkan kewaspadaan dan kembali menyerang. Pada menit ke-93, Ahmad Bustomi nyaris menambah gol Indonesia bila tendangannya tidak membentur tiang kiri gawang Tukrmenistan. Hingga akhirnya tak lama kemudian, wasit Benjamin Williams asal Australia meniup peluit panjang dan Indonesia berhak atas kemenangan 4-3.
1311865567413390585
Tim Indonesia PPD 2014 (kanalbola.com)
Susunan pemain:
Indonesia: Feri Rotin Sulu, M Nasuha, Zulkifli Syukur, Ricardo Salampessy (Hamka Hamzah 85), M Roby; M Ridwan, Firman Utina (Tony Sucipto 77), Ahmad Bustomi, M Ilham (Okto Maniani 75); Boaz Solossa, Cristian Gonzales
Turkmenistan: Maksatmyrat Shamuradov; Gocguly Gochkuliev, Begli Annageldiyev (Serdar Annaorazov 46), Maksim Belyh, David Sarkisov; Guvanch Hangeldiyev (Arslanmurad Amanov 46), Bahtiyar Hojaahmedov, Guvanch Abylov; Berdy Shamuradov, Ruslan Mingazov (Aleksandr Boliyan 64), Gahrymanberdy Conkhaev
Pertandingan ini adalah Prestasi Indonesia Kedua Membanggakan PSSI Djohar Arifin! Lihat jugaPrestasi Indonesia Pertama Membanggakan PSSI Djohar Arifin . Salam Olahraga.-
*(Sumber dari berbagai media)

URUGUAY JUARA COPA AMERIKA 2011


Final Piala Copa Amerika 2011 antara Uruguay melawan Paraguay yang berlangsung hari Senin 25 Juli 2011 dinihari wib di Estadio Monumental, stadion milik klub River Plate, akhirnya dimenangkan oleh Uruguay. Dengan mengalahkan Paraguay 3-0, Uruguay mencatat rekor memenangi Copa Amerika untuk ke-15 kalinya. Dua dari tiga gol tersebut dicetak Diego Forlan, sementara satu gol lagi oleh Luis Suarez.
1311557187644053840
Uruguay yang terakhir kali memenangi Copa Amerika pada 1995, gelar juara di turnamen tertua di dunia itu adalah untuk ke-15 kalinya, mengungguli Argentina dengan 14 gelar juara. Luis Suarez, pemain asal klub Liga Inggris Liverpool, membuka gol ketika pertandingan baru berjalan 12 menitm dan mantan pemain Manchester United, Diego Forlan, memperbesar keunggulan Uruguay menjadi 2-0 tiga menit menjelang babak pertama usai. Forlan, pemain terbaik Piala Dunia 2010, melengkapi sukses Uruguay dengan mencetak gol kedua untuk menjadikan skor 3-0 pada menit ke-90. Bagi Forlan yang sekarang membela Atletico Madrid, gol tersebut adalah yang ke-30 dari seluruh penampilan internasionalnya membela tim nasional.

Jalannya pertandingan pada babak pertama laga final Copa America 2011, Uruguay sudah buat ancaman di menit pertama setelah Luis Suarez memanfaatkan kemelut di depan gawang Paraguay. Namun sepakannya masih bisa digagalkan Justo Villar dan berbuah sepak pojok. Dari situasi itu, Diego Forlan mengirimkan bola ke depan mulut gawang dan disambut tandukan Diego Lugano yang masih bisa diblok Villar.

Selama pertandingan yang berlangsung di Estadio Monumental Buenos Aires, anak-anak asuhan Oscar Washington Tabares mendominasi permainan. Mengandalkan tridente Luiz Suarez, Forlan dan Edinson Cavani di sektor penyerangan, Uruguay memperagakan permainan cepat dari kaki ke kaki. Bola lebih banyak berada di wilayah pertahanan Uruguay.

Kemudian diawali ketidaksempurnaan lini belakang Paraguay dalam menyapu bola, pada menit ke-12 Suarez, penyerang Liverpool itu memanfaatkan bola sodoran Diego Forlan di sisi kiri pertahanan Paraguay. Menguasai bola, Suarez mengecoh bek Dario Veron dan menendang si kulit bundar ke tiang jauh, penjaga gawang Paraguay, Justo Villar gagal mengamankan bola karena terlanjur berdiri di posisi yang salah.

Lalu pada menit ke-32 Forlan yang mendapat umpan terobosan Suarez nyaris menggandakan keunggulan timnya. Sayang dengan cekatan Villar mampu menghadang laju bola dengan dadanya. Selanjutnya empat menit setelahnya Suarez punya peluang mencetak gol. Mendapat umpan di sisi kiri pertahanan lawan, Suarez mengecoh Veron dan kemudian melepaskan tembakan kaki kanan yang hanya menyasar kesamping gawang.

Pada menit ke-42 Forlan, akhirnya striker berambut gondrong ini sukses mengakhiri puasa golnya di Copa America. Pada menit ke-42 umpan terukur Egidio Arevalo Rios langsung disambut sepakan kaki kiri keras mendatar dan Villar hanya bisa terpaku melihat gawangnya kebobolan.

Permainan sempat berlangsung keras. Ini tercermin dari empat kartu kuning yang keluar dari saku Flavio Hernandez sang pengadil lapangan. Dari empat kartu, tiga dihadiahkan untuk tiga pemain Uruguay, Diego Perez, Martin Caceres, dan M. Pereira. Hingga waktu turun minum skor 2-0 untuk Uruguay.

Pada babak kedua permainan Uruguay tampil dominan disepanjang pertandingan menghadapi Paraguay yang bermain tanpa insipirasi karena sulit untuk keluar dari tekanan. Namun pada menit ke-54 Paraguay nyaris memperkecil ketertinggalan, andaikan tembakan voli Nelson Valdez tak membentur mistar gawang Fernando Muslera.

Pada menit-75 kiper Villar menyelamatkan gawangnya dengan satu lengan dari tendangan pemain Uruguay, Sebastien Eguren. Akhirnya Uruguay memastikan Juara dan meraih trofi Copa America setelah Forlan pada menit ke-90 mencetak gol keduanya menuntaskan sebuah serangan balik cepat yang dibangun Edinson Cavani dan Suarez.

Susunan pemain:
Uruguay: Fernando Muslera; Maximiliano Pereira, Diego Lugano, Sebastian Coates, Jose M. Caceres (Eguren 70′), Alvaro Gonzalez, Walter Gargano, Egidio Arevalo Rios, Alvaro Pereira (Cavani 63′), Diego Forlan, Luis Suarez.

Paraguay: Justo Villar; Marcos Caceres (Estigarribia 64′), Vera (Perez 64′), Paulo Da Silva, Dario Veron, Ivan Piris, Édgar O. Barreto, Nestor Ortigoza, Christian Riveros, Jonathan Santana, Nelson H. Valdez , Zeballos (Lucas Barrios 76′).

Penyerang Uruguay Luis Suarez yang mencetak satu gol saat timnya menang 3-0 atas Paraguay di pertandingan final, dinobatkan sebagai pemain terbaik Copa Amerika 2011. Pemain yang berusia 24 tahun itu yang secara keseluruhan menyumbang empat gol, dinyatakan oleh sebagai pemain terbaik berdasarkan pilihan wartawan peliput kejuaraan sepakbola tertua di dunia itu, lapor AFP.

Daftar penghargaan Copa Amerika:
Tim juara: Uruguay
Runner-up: Paraguay
Peringkat ke-3: Peru
Peringkat ke-4: Venezuela
Pemain Terbaik: Luis Suarez (Uruguay)
Topskor : Paolo Guerrero (Peru) - 5 gol
Kiper Terbaik : Justo Villar (Paraguay)
Pemain muda berbakat: Sebastian Coates (Uruguay)
Tropi Fair Play: Uruguay.-


*(Sumber dari berbagai media)

PRESTASI INDONESIA PERTAMA MEMBANGGAKAN PSSI DJOHAR ARIFIN


Perjuangan Bambang Pamungkas dan kawan-kawan mampu menahan 1-1 tuan rumah Turkmenistan pada pertandingan Pra Piala Dunia (PPD) 2014 di Ashgabat, Turkmenistan, Sabtu 23 Juli 2011, membanggakan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
Menurut Wakil Ketua Umum PSSI, Farid Rahman, untuk merebut satu poin pada pertandingan pertama putaran kedua PPD membutuhkan perjuangan cukup berat. Apalagi selain menghadapi pemain, Firman Utina dan kawan-kawan harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan yang kurang mendukung.
Dengan hasil imbang tersebut, perjuangan dipertandingan kedua yang direncanakan akan dilaksanakan pada hari Kamis 28 Juli 2011 di Stadion Utama Senayan Jakarta, akan lebih mudah. Hanya saja pihaknya menghimbau kepada semua pemain untuk mempersiapkan diri dan tidak meremehkan lawan. Menurut pria yang sebelumnya menjabat Sekjen Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia itu, mudah-mudahan Indonesia dapat memenangkan pertandingan leg kedua, kita doakan saja. Mudah-mudahan akan terus membanggakan?!
1311481928529362890
Tim nasional (Timnas) Indonesia, anak asuh Wim Rijsbergen, hanya berhasil menahan imbang tuan rumah Turkmenistan 1-1 pada pertandingan leg pertama Pra Piala Dunia 2014, tuan rumah unggul lebih dulu melalui hasil tendangan bebas Vyacheslav Krendelev pada menit ke-12. Namun tim Indonesia yang mengenakan kostum merah-hijau-hijau berhasil menyamakan kedudukan melalui Muhammad Ilham pada menit ke-29 ketika terjadi kemelut di depan gawang lawan yang dikawal Shamuradov Maksatmyrat.
Pada pertandingan yang disiarkan langsung stasiun TV swasta nasional, saat memasuki menit ke-52 (babak kedua) Cristian Gonzales sempat memdapatkan peluang ketika berhasil lolos dari jebakan offside, tetapi saying dia malah mengumpan kepada Boaz dan gagal menciptakan gol. Kemudian pada menit ke-56 tendangan keras dari Boaz Salossa dari sayap kanan gawang lawan berhasil ditepis kiper Shamuradov sehingga melahirkan tendangan sudut. Lalu menit ke-67 Turkmenistan sebenarnya berhasil menciptakan gol tetapi dianulir wasit karena sebelumnya telah terjadi pelanggaran.
Ketika memasuki menit ke -75 pemain Turkmenistan, Artur Gevorkyan, terkena kartu merah dari wasit Mohsen Torky dari Iran. Sehingga sejak saat itu tim tuan rumah hanya bermain dengan 10 orang. Namun tim Indonesia gagal memafaatkan kondisi tersebut, tetapi malah wasit mengeluarkan tiga kartu kuning, dua diantaranya untuk pemain Indonesia Zulkifli Syukur, dan Firman Utina, serta Maksim Belyh dari Turkmenistan. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak kedua berakhir.-
Susunan pemain:
Turkmenistan: Shamuradov Maksatmyrat, Gochkuli Gochkuliev (C), Maksim Belyh, Vyacheslav Krendelev Guvanch Abylov, Artur Gevorkyan, Mamedaly Karadanov, Bahtiyar Hojaahmedov, Nazar Choliyev (Ruslan Mingazov `58), Arslanmurad Amanov (Gahrymanberdy Chonkaev `69), Murad Hamrayev, David Sarkisov.
Indonesia: Feri Rotinsulu, Mohammad Nasuha (Supardi Nasir `85), Zulkifli Syukur (Oktovianus Maniani `90+3), 4-Ricardo Salampessy, Muhammad Ridwan, Boaz Salossa, Cristian Gonzales, Firman Utina (C/Eka Ramdani `90), Muhamad Roby, Muhammad Ilham, Ahmad Bustomi.
*(Sumber dari berbagai media)

Minggu, 25 September 2011

JEPANG JUARA PIALA DUNIA 2011 SEPAK BOLA PUTERI


Setelah secara dramatis memenangi pertandingan final melawan Tim Amerika Serikat, Minggu 17 Juli 2011 di Commerzbank-Arena, Frankfurt, Tim Sepakbola Puteri Jepang tampil sebagai juara Piala Dunia 2011. Jepang meraih kemenangan dengan skor akhir 5-3 atas tim Amerika Serikat. Berita tersebut telah membangkitkan semangat negara itu setelah mengalami bencana alam gempa bumi dan tsunami 11 Maret lalu.
Ayumi Kaihori penjaga gawang tim Jepang telah menjadi bintang lapangan dalam pertandingan itu, karena berhasil menjinakkan dua tendangan penalti Amerika Serikat, ketika laga itu diakhiri dengan adu penalti, sebelum pemain bertahan Saki Kumagai menjalakan gol kemenangan. Hasil kemenangan ini merupakan gelar Piala Dunia Puteri pertama bagi Jepang.
13109634631027618876
Jalannya pertandingan pada waktu normal babak pertama dan kedua hingga selesainya perpanjangan waktu, Amerika sempat unggul 1-0 namun disamakan tim Jepang 1-1 sebelum babak kedua berakhir. Kemudian menjadi 2-2 hingga babak perpanjangan waktu 2 x 15 menit. Jepang mencetak gol melalui Miyama pada menit ke 81, Sawa menit ke 117 dan Amerika Serikat melalui Morgan di menit ke 69 dan Wambach menit ke 104. Sedangkan pada adu penalti, Amerika mendapat satu gol melalui Abby Wambach sedangkan Jepang unggul tiga gol ketika Aya Miyama, Mizuho Sakaguchi dan Saki Kumagai mempersembahkan angka untuk tim mereka.
13109629781480370936
Jepang yang dipimpin kapten Homare Sawa, mendapat sambutan hangat dari penonton, setelah menyaksikan penampilan mereka yang amat mengesankan, empat bulan setelah negara itu digoncang bencana yang memakan banyak korban. Banyak penonton netral dari Jerman yang mendukung tim Jepang dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya, hingga mereka menang pada laga final itu.
Walaupun tidak ada pemain sepak bola Jepang yang terkena bencana alam itu, tetapi liga sepak bola puteri terkena dampak besar. Hal terburuk terasa bagi klub TEPCP Mareeze, yang markasnya berada dekat Fukushima, yang terpaksa harus menunda kegiatan mereka dan mundur dari kompetisi Liga-J, liga puteri ternama di Jepang, sepanjang musim. Sehingga para pemain terpaksa berlatih di mana-mana sedangkan bek kiri Aya Sameshima yang main di pertandingan final Minggu, telah diambil tim Amerika, Boston Breakers. Laga musim ini ditunda sebulan karena menunggu aliran listrik di lapangan sedangkan kompetisi Liga-J putera terpaksa dihentikan selama enam minggu. Kompetisi Ligapun semakin terhambat karena banyak pemain amatir yang latihan dan bertanding harus menyelingi kegiatakan mereka lainnya, seperti bekerja dan kuliah.
Sebenarnya dengan adanya hantaman moral terhadap semua kegiatakan di negara itu, para pemain sepak bola puteri mereka amat sukar rasanya untuk kembali ke lapangan sepak bola, apalagi harus tampil mengikuti Piala Dunia Puteri.
13109635822023936071
Menurut pemain bertahan Azusa Iwashimizu, sebelumnya dia merasakan bukan pada momen yang benar untuk mengikuti turnamen ini, karena ada masalah lain yang harus mereka kerjakan. Tetapi kemudian, ketika aktivitas tim berhenti dan Azusa berlatih sendirian dan dia baru menyadari betapa cintanya dia terhadap cabang olah raga ini. Karena para pemain bermukim umumnya di Jepang, maka persiapan mengikuti turnamen Piala Dunia Puteri pun menjadi amat terhambat.
Sedangkan menurut Pelatih Kepala Tim Jepang, Norio Sasaki, bahwa sebelum pertandingan ini dilaksanakan, mereka mendengar di televisi komentar mengenai situasi terakhir di Jepang dan mereka ingin memakai kesempatan ini untuk berterima kasih kepada orang-orang untuk dukungan yang telah diberikan. Norio Sasaki mengutip proses rekonstruksi Jepang pasgempa dan tsunami yang menewaskan 23.000 warga negeri Matahari Terbit itu pada 11 Maret lalu. Dia berharap semoga keberhasilan ini bisa menginspirasi bagi kami untuk kembali bangkit.
1310963751861736010
Tim Jepang yang dikenal dengan julukan “Nadeshido” (yang artinyai perempuan ideal ) sebelumnya pernah dikalahkan Amerika 0-2 dari dua pertemuan dengan Jepang pada laga persahabatan Maret lalu, pelatih Norio Sasaki mengakui timnya melakukan persiapan ke turnamen itu tidak sebaik apa yang dilakukan saingan mereka Amerika.
Namun Jepang matang dan berkembang di Jerman, mereka unggul pada pertandingan penyisihan grup atas Selandia Baru 2-1 pada tanggal 27 Juni 2011 di Bochum dan atas Meksiko 4-0 tanggal 1 Juli 2011 di Leverkusen, disusul kalah 0-2 atas Inggris 5 Juli 2011 di Augsburg sebelum Nadeshiko menjadi pembunuh tim raksasa Jerman 1-0 di perempat final pada tanggal 9 Juli 2011, kemudian menyudahi Swedia 3-1 di babak empat besar pada tanggal 13 Juli 2011 di Frankfurt.
13109639541690254479
Akhirnya tanpa diduga tim “Nadeshido” berhasil memetik kemenangan 5-3 dalam adu penalti yang amat dramatis pada hari Minggu kemarin atas tim Amerika Serikat, dan kemenangan ini melengkapi cerita dongeng Jepang yang menjadi kenyataan. Nadeshido mengalahkan Amerika untuk pertama kalinya, dalam 26 kali usaha mereka.- Luar Biasa!
Susunan Pemain :
Jepang: Ayumi Kaihori, Yukari Kinga, Azusa Iwashimizu,Saki Kumagai, Mizuho Sakaguchi, Kozue Ando/Asuna Tanaka, Aya Miyama, Homare Sawa (c), Shinobu Ohno/Mana Iwabuchi, Aya Sameshima, Yuki Nagasato/Karina Maruyama.
Amerika Serikat: Hope Solo, Christie Rampone (c), Amy Le Peilbet,Shannon Boxx, Amy Rodriguez/Alex Morgan, Heather O’Reilly/Megan Rapinoe, Carli Lloyd, Alex Krieger, Lauren Cheney, Rachel Buehler, Abby Wambach.
Wasit:‬ B. Steinhaus.